Awal ketertarikan saya didunia
fotografi diawali dari seorang teman yang dengan rendah hati meminjamkan kamera
DSLR kepada saya sekitar 2 tahun yang
lalu, yang mana dengan kamera tersebut saya diminta untuk mengambil beberapa
objek gambar gedung sebuah Hotel dibilangan Jakarta beserta kamar-kamar dan fasilitasnya.
Cukup
mengasikkan ketika kita dapat mengabadikan berbagai momen dengan lukisan cahaya
yang terekam dalam kamera, apalagi di era fotografi digital sekarang ini,
dimana kita dapat dengan mudah menghapus atas hasil foto yang kurang memuaskan
dalam memori yang melekat dalam kamera, begitu mudahnya sampai-sampai saya
sempat mengabaikan teori yang harus saya dalami dalam mengambil sebuah hasil
foto yang maksimal.
Atas
rekomendasi dari seorang teman akhirnya saya diperkenalkan dengan sebuah
komunitas fotografi online terbesar di Indonesia bahkan terbesar di bilangan
Asia Tenggara www.fotografer.net, dari komunitas ini saya banyak menimba ilmu
fotografi dari para anggota fotografer.net yang tidak sungkan-sungkan untuk
memberikan teori ilmu fotografinya
kepada saya, untuk menunjang eksisitas saya terhadap dunia fotografi.
Alhasil dari semenjak saya bergabung hingga saat ini, kemampuan akan mengenal alat-alat yang dibutuhkan untuk mengejar sebuah hasil gambar yang baik dapat sedikit demi sedikit saya terapkan, walaupun ada sedikit kendala yang cukup menghambat mengenai keterbatasan alat fotografi yang cukup mumpuni itu harus di bayar dengan harga yang cukup mahal. keterbatasan alat tidak menjadikan saya putus asa dalam mendalami ilmu fotografi, melainkan menjadi 'motivasi bagi saya’ untuk menghasilkan sebuah foto baik tidak harus dengan sebuah alat yang mahal melainkan “man behind the gun”. Itu sebuah kalimat yang sering muncul dalam bahasa-bahasa ungkapan di beberapa komunitas fotografi di media online.
Alhasil dari semenjak saya bergabung hingga saat ini, kemampuan akan mengenal alat-alat yang dibutuhkan untuk mengejar sebuah hasil gambar yang baik dapat sedikit demi sedikit saya terapkan, walaupun ada sedikit kendala yang cukup menghambat mengenai keterbatasan alat fotografi yang cukup mumpuni itu harus di bayar dengan harga yang cukup mahal. keterbatasan alat tidak menjadikan saya putus asa dalam mendalami ilmu fotografi, melainkan menjadi 'motivasi bagi saya’ untuk menghasilkan sebuah foto baik tidak harus dengan sebuah alat yang mahal melainkan “man behind the gun”. Itu sebuah kalimat yang sering muncul dalam bahasa-bahasa ungkapan di beberapa komunitas fotografi di media online.

No comments:
Post a Comment